Tampilkan postingan dengan label great memories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label great memories. Tampilkan semua postingan
12 Januari 2014

Sebelas Januari


Jakarta hujan lagi. 
Deras, mengartikan tanda musim hujan dan banjir langganan tiap tahun sudah tiba.

11 Januari.
Setelah menghadiri salah satu pemberkatan pernikahan teman, saya berjanji untuk bertemu lagi dengan sang pacar di Depok setelah kurang lebih dua minggu tidak bertemu.
Untuk ukuran saya yang tinggalnya di Tangerang, rasanya Depok bukan jangkauan mainan saya.
sekitar 20 tahun saya pindah dari Medan ke Tangerang, belum pernah sekalipun saya menginjakan kaki ke sana.
Baru beberapa belakangan ini, saya akhirnya mengunjungi Depok. Itu pun awalnya karena urusan pekerjaan. Lalu, sekali lagi saya pergi ke Depok bersama pacar untuk melihat kamar indekos untuk adiknya yang kelak akan datang untuk belajar di UI sekaligus bersilahturami dengan ibu pemilik indekos tempat dia pernah tinggal dulu.

11 Januari.
Kedatangan saya di Depok hari ini bukan untuk urusan pekerjaan. Kali ini dikarenakan adiknya sudah tiba dari semalam di Jakarta dan menangis menelpon abangnya agar dia bisa pindah tempat atau kalau tidak, pulang ke korea, begitu ancamannya. 
Jadi, saya datang untuk bertemu dengan adiknya dan membantu pindahan ke apartemen Margonda yang terletak tidak jauh dari kos sebelumnya.

Saya sudah sempat ragu dan bukannya tidak pernah mengingatkan abangnya saat melihat kamar tersebut pertama kali. Namun, karena abangnya tetap bersikeras ingin adiknya menjadi mandiri, seperti dia 5 tahun lalu saat merantau ke Jakarta, saya akhirnya memilih untuk diam dan membiarkan abangnya yang mengurus semua hal.

Kos tersebut memang sejuk dan dihuni khusus oleh perempuan saja. 
Tetapi coba kalian bayangkan: kamar tersebut terletak pojok sebuah bangunan yang sudah cukup tua berwarna putih kusam dan sudah banyak yang mengelupas. Berpintukan dari papan triplek yang terkadang untuk membukanya perlu tenaga ekstra, diisi oleh lemari kayu yang mengingatkan pada lemari kelas di SD saya dahulu, bahkan lemari tersebut masih lebih bagus kondisinya daripada lemari kamar ini, sebuah meja belajar dan kursi serta ranjang di sampingnya yang tentu semuanya berbahan dasar dari kayu. Dindingnya sudah dilapisi wallpaper bunga-bunga berwarna coklat muda, tetapi masih terlihat bekas-bekas rembesan air di dindingnya. Begitu pula di langit-langinya bercorakan bekas rembesan air yang sudah menguning.
Memang lantainya bersih, masih ada kamar mandi kecil di dalamnya, namun kurangnya pencahayaan dan tidak ada jendela di kamar ini membuat saya pun, jika ditawari, akan berpikir dua kali untuk menetap di kamar ini.

11 Januari
Hujan terus turun tanpa terprediksi kapan akan berhenti. Jarak Depok-Tangerang yang cukup jauh, memakan waktu dan uang, serta risiko tidak dapat mengejar kereta terakhir jurusan Tangerang, saya memutuskan untuk menginap dan pulang besok pagi.
Awalnya kami berdua mau menginap di apartemen adik, tapi akhirnya memutuskan untuk pulang ke kos pacar di bilangan Sudirman supaya besok saya bisa lebih cepat sampai rumah.
Ketika hujan mulai mengecil, kami ijin pulang.
Kami memutuskan untuk naik taksi karena jalanan yang becek dan kondisi badan yang sudah lelah, membuat kami malas untuk berjalan ke stasiun kereta.

Menyeberangi jalanan di bawah gerimis hujan dengan bercahayakan lampu-lampu mobil
Kami menunggu taksi. Tak kunjung datang.
Kami menyetop angkutan umum jurusan pasar minggu.
Tanpa pikir panjang, berdua duduk manis di sebelah supir.
Ikut merasakan semilir angin malam yang menembus tubuh kami

Dan ketika supir angkot berteriak "habis! habis!"
Kami turun, berganti kendaraan umum yang membawa kami ke arah Komdak.
Metromini 640 jurusan Pasar Minggu-Blok M.
Masih ditemani oleh gerimis hujan malam hari.
Sambil menunggu bus penuh, kami iseng memotret diri.

Tak lama kemudian, metromini yang kami tumpangi jalan.
Kami menikmati perjalanan malam dengan bergandengan tangan.
Sambil berbicara apa saja yang terlintas di otak dan hati.
Lalu, musisi jalanan mulai melantunkan lagu bertemakan isu sosial
Kepalanya sesekali ikut berdendang dan berkata "Aku mau lagu ini jadi ringtone hpku"
Saya tertawa mendengarnya, ada rasa bahagia di hati. 



Kau bawa diriku ke dalam hidupmu
Kau basuh diriku dengan rasa sayang

Senyummu juga sedihmu adalah hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut, d
engan sejuta warna
11 Januari-Gigi





21 Desember 2010

Hi, I'm in Zoom In Super

Saya senang!
Sudah mulai libur *akhirnya!* yey! hahahaaaa

Guess? Hari pertama libur gue kali ini bukan dihabiskan dengan jalan-jalan atau golek-golek di kasur; malas-malasan.
Kali ini gue agak elit memulai hari libur dengan syuting *gaya banget*
Eh, beneran, bukan sembarang TV tapi salah satu saluran tv terkenal di Jepang, NIHON TV. Kalau di Indonesia semacam RCTI hehehe~

Jadi begini ceritanya, 2 minggu sebelumnya Nihon TV ini pernah datang ke asrama untuk wawancara anak-anak asrama yang berasal dari berbagai macam negara.
Kebetulan karena kampus gue, Kanda University International Studies (KUIS) terkenal dengan banyak mahasiswa asingnya dan kebetulan juga kepala asrama gue, Mr. Sugimoto (otousan panggilannya) adalah kepala staff divisi International Affairs di KUIS, makanya asrama gue yang terpilih untuk diwawancarai.

Mereka ingin tahun kalau reaksi membuka kado ala budaya macam-macam negara ini bagaimana, apakah langsung dibuka? apakah membukanya dirobek? apa dibukanya dengan hati-hati? Jadilah pada hari itu, semuanya diwawancarai . Macam-macam reaksinya. Di Korea, mereka langsung membuka kado dengan merobek-robek sebagai ungkapan bahagia.
Tapi hampir semuanya, membuka kado dengan hati-hati dan ada beberapa yang kertas kadonya disimpang, termasuk gue.
Selain itu, kamar gue pun kena syuting karena gue masih menyimpan kertas kado bekas kado ulang tahun.

Setelah itu, beberapa hari kemudian, Otousan memilih beberapa anak di asrama Bekka untuk diwawancarai lebih lanjut. Selain ada anak dari asrama, juga ada beberapa teman gue lain di luar asrama. Hari Sabtu, tanggal 18 kemarin akhirnya, 9 murid mahasiwa asing disyuting kembali.

Kali ini syutingnya berbeda, pertama kami dikumpulkan menjadi satu dalam satu ruangan.
Kemudian, satu per satu dipanggil untuk masuk ke ruangan lain dimana Otousan sudah menunggu di sana. Di dalam ruangan itu juga sudah ada kamera.

Ketika masuk, kita diajak ngobrol-ngobrol bersama Otousan dan akhirnya dia memberi hadiah Natal. Reaksi pertama gue adalah menerima kado tersebut dan menaruhnya di samping bangku karena tidak terbiasa membuka kado di depan pemberi.
Lalu, Otousan menyuruh gue untuk membukanya. Setengah nggak enak hati, gue buka hadiahnya sambil teringat pesan ibu di rumah yang selalu memarahi gue kalau buka kado tidak hati-hati.
Jeng-jeng-jeng! setelah perjuangan keras membuka kado, muncul lah sepasang sarung tangan dan syal di dalamnya. LUAR BIASA! CANTIK! Awalnya gue pikir, isinya kosong dan kalau ada isinya itu pun fake. Ternyata, emang disuru bawa pulang. UAAAAH!

hadiah sepasang sarung tangan dan syal

Jadilah, tayangan ini muncul hari Selasa, 21 Desember 2010, Channel 4 (Nihon TV) jam 19.25 dalam acara Zoom In Super. Karena ada update status FB, teman-teman gue juga menonton. hahaha dan jadilah bahan pembicaraan. Sayangnya, karena waktu terbatas, tidak semua 9 orang muncul di TV. Gue, Soyeon (Korea Selatan), Pea (Thai) , Carolina (Spanyol) (dan pastinya Otousan) karena cukup ajaib ceritanya lah yang muncul di TV. Tapi, hanya wawancara gue yang disiarkan karena reaksi pertama gue menerima kado adalah tidak langsung dibuka seperti orang Jepang.

From left to right : So yeon-opening the present , Me-receiving and talking, Pea-taking the present

Oh, nggak di Indonesia, nggak di Jepang, entah kenapa berurusan selalu dengan TV. Kalau di Indonesia sih jelas, beberapa teman memang punya interest di sana dan sempat bekerja di stasiun TV. Eh, di Jepang pun tahu-tahu bisa kena juga masuk TV.

~Still can't believe it~ hahahaa
21 November 2010

Seminggu bercerita

seminggu sejak kejadian "berdarah"
meninggalkan bekas luka, pengalaman, serta trauma ketika melihat turunan
(maklum aye jatuh di turunan-speed tinggi-pas tikungan)

seminggu yang melelahkan juga menyenangkan, tapi juga membuat hati naik turun.
bayangkan, luka di wajah, di tangan kiri, sama di lutut.
mau tidur menclok ke kiri, kena tangan, mau ngetik, mau nyuci juga repot
pas tidur menclok ke kanan, kena lutut sama wajah, mau nyetir sepeda, bawa tas/belanjaan, jongkok, masak, repot beneer.

tapi paling repot pas mandi.
entah keajaiban darimana, 7 hari gue tetep bisa rutin mandi, meski akhirnya waktu mandi menjadi lebih panjang. tata cara gue mandi, dibayangkan sendiri aja. meclok ke sana ke mari, pokoknya berbagai macam strategi gue pakai. hahahaha~
belum lagi minggu itu masa lagi haid (uppps!) :)

seminggu itu juga gue tidak naik sepeda, jalan kaki, bolak balik ke dokter naik bus.
temen baik gue akhirnya si suster-suster di dokter.
Hari pertama tangan gue di x-ray dengan hasil tulang sedikiiiiiit sekali retak, diterapi tangan kiri dengan alat pendingin gitu atau healer, dibalut, luka dibersihin
Hari kedua gue disuntik tetanus, diterapi lagi tangan kiri gue, dibersihin luka gue
Hari ketiga terapi kembali tangan kiri, luka dibersihin. besoknya gue malas, libur sehari ke dokter.
Besoknya, hari keempat tangan gue diterapi di bak wastafel yang keluar gelembung-gelembung macam di whirpool atau kolam renang. Terapi kali ini lebih menyenangkan sampai gue ga mau keluarin tangan dari bak. Lalu, dilanjutkan dengan latihan menggerakkan jari kelingking serta dibersihkan luka.
Selanjutnya gue nggak bisa bangun pagi, alhasil nggak ke dokter.
besok lagi, deh. ehehehe
Kalau ke dokter antara senang dan tidak, senang karena ketemu suster-suster dan diterapi. Nggak senang karena menguras duit yang lumayan apalagi untuk mahasiswa pertukaran pelajar kere yang hidup dari uang beasiswa macam gue ini :( *sedih*

Kapok lah jatuh lagi, seminggu uring-uringan karena stress mikirin duit. *ngirit besar-besaran*
Tapi kalau ketemu teman, semuanya pada nanyain, bantuin, dan gue bisa leyeh-leyeh dan manja-manjaan sama mereka *bahagia*.
Alhasil mereka semua kena palak gue dari buatin masakan, ngeboncengin gue ke kampus, nyuciin piring, nemenin ke dokter, gantiin perban, gantiin gue piket malam, dan beliin cokelat. paling kena banyak palak tentu si korea gila, alias Soyeon. hehehe

Lalu, seminggu ini gue banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman jurusan bahasa Indonesia karena salah satu dosen penelitian dari Malang pulang ke Indonesia setelah 2 bulan berada di Jepang, jadi kita bikin pesta perpisahan dan membantu beliau membereskan barang di apartemennya. hihihi
Berlanjut dari stress karena uang, ibadah semakin meningkat serta sekaligus memohon tobat, kapok jatuh dari sepeda dan menggebu-gebu mencari part-time job #wishmeluck#wishmeluck#wishmeluck#wishmeluck#wishmeluck#wishmeluck#wishmeluck

Oh ya kemaren malam gue dengan sabar menunggu Davy di Skype karena hari ini ulang tahunnya! Pengen telepon langsung, ngucapin selamat ulang tahun, pas bicara, malah lupa lagu selamat ulang tahun versi bahasa Indonesia #ampuni-aku-sang-pencipta-lagu *memelas*
Kemudian yang ulang tahun malah nangis, eh gue jadi pengen nangis juga donk! Lagi nangis-nangis.an dan melepas rindu, si empu yang gue pinjemin internetnya marah karena dia nggak bisa tidur, nungguin gue tidur. perasaan nggak enak dengan si empu, juga perasaan berat hati karena tidak bisa lama berbicara, gue mengakhiri pembicaraan :(

Happy Birthday my best partner in crime, DAVY!
wish u all the best, jadi penulis handal, makin keren, dan bisa ke UK!

(bocoran minggu ini gue uda nangis dua kali karena kangen rumah abis telepon kakek nenek di medan dan keluarga di jakarta) *kangen mampus*


sedikit oleh-oleh dari kamera Moe, teman Jepang-anak jurusan Bahasa Indonesia yg setengah mati mau jadi mahasiswa pertukaran di Indonesia tahun depan
eniwei,selama sakit "The Naked Traveller 2 setia menemani gue"



14 November 2010

weekend surprise!

November, 13th 2010
this day is Soyeon's birthday and she was so lucky because her birthday is so awesome.
Friday's night, Jose (Mexico) prepared her pre-party and also party for Fernanda (brazil) and Anh (Vietnam). the place in Jose, Spencer, and lee's apartment.
A lot of friends-around 20's, food, drinks, dance, and music
FUN!SUCCESS!AWESOME!
i have prepared surprise for her in the middle of night.
put the present in front of the door
and she screamed when saw the present in front of the door
i gave her dog's doll because she love dog so much
it can bark, walk, and shake the tail (put batteries on it). hahahaha
ちょかわいい!
then we went to another party in the night
Sunday, 14th 2010
I got a surprise! Super felt down from bicycle when i was on the way coming home
i guess it because the brake was broken.
my finger swollen, scar in my face, left hand, and right leg.
The bicycle broken also with the my watch.
Ohhh, my god another expenses :(


the another that makes me so happy
i got a letter book from elementary school's student
last month, they went to my campus and i did presentation to them about Indonesia :)
glad to know, that they are really excited about indonesia
they are cuteeeee!
04 November 2010

東京ターワー



hey, hey, hey
Yes, it is Tokyo Tower.
The most romantic place in Tokyo
The mark of Tokyo city
and The "whole" of Tokyo
333 meters height.
I went to there yesterday.
With my lovely friends and teachers.
Amazing! Interesting! FUN!
It's not just ordinary tower.
We can play, we can see, we can sit,
and we can enjoy Tokyo!
またこんど、いきましょ!:)
21 September 2010

umur dua puluh satu


21 tahun.
Umur yang "matang" dan "dewasa" dalam pandangan hampir semua bangsa di dunia.
Usia 21 adalah usia dimana seseorang diharapkan untuk menjadi benar-benar mandiri dan bertanggungjawab atas hidupnya. Makanya, usia ini spesial (katanya).

Dalam pikiran gue, saat gue umur 21 tidak ada yang spesial.
Hanya ulang tahun biasa. Ucapan pun menjadi hadiah yang luar biasa.

Terimakasih, 14 September 2010 menjadi hari yang luar biasa
kado yang gue dapatkan tidak hanya sekedar ucapan.
Tapi, di umur 21 ini gue merayakan di negeri impian, negeri sakura, jepang.
Ucapannya tidak hanya dari teman-teman di Indonesia tapi juga mancanegara.
Merayakannya pun berbeda.
jauh dari keluarga, teman, dan saudara (terutama kembaran), tapi merayakan bersama keluarga yang baru, keluarga di Bekka Ryo ditambah teman dari indonesia.
hehehe...

14 September 2010
gue merayakan ulang tahun kecil-kecilan bersama teman dari Indonesia di apartemen Sun Park.
Itu apartemennya Timothy dan Daniel.
Gue, David, Timothy, Daniel masak dan makan bareng. Menu hari itu ada mashed potato, salad, sup cream, ditambah hadiah kecil, kue dan smirnoff dari mereka (little surprise) ;)
dasar anak kos-kost.an jangan harap makanan kita bikinan tangan semua. yang pasti ada sentuhan instant di sana (baca: sup cream) ahahhaa.
menyenangkan sekalii.

19 September 2010
Hari ini pesta bersama teman-teman asrama, juga bersama keluarga penghuni asrama.
Pesta yang bersifat kekeluargaan dan kebersamaan. kebetulan merayakan untuk dua orang, gue dan Pea (senior dari Thailand).
Berbagai macam masakan dari mancanegara di masak. Masing-masing orang diwajibkan menyuguhkan masakannya atau memberli makanan kecil.

Menu hari ini:
Sup dengan semacam pangsit dari Korea, chicken wing ala Vietnam, Kari Thailand, Karage okaasan, Chinese food dari Taiwan, Omellete rice Taiwan, Nasi Panggng ala Brazil, Tortilla Spanyol, Gyoza, stoberi jelly, kue-kue, dan Nasi Salmon.
Selain makan, kita juga main games kecil-kecilan. Menyenangkan sekali.
Penutupnya, sekaligus hadiah dari okaasan adalah CHEESE CAKE!
Ditambah hadiah-hadiah kecil dari anak-anak asrama.
ada saputangan, key cover, coklat, memo, dan kunciran rambut. hehehee
Gue tidak mengharapkan hadiah-hadiah ini, jadi sangat terkejut. hehehee
Malam sedikit dilanjutkan dengan minum-minum dan menggila bersama teman-teman, sebagai hadiah untuk diri karena sudah 21. hahahaha
What a wonderful 21th! I'm glad to be 21
Thanks all ;)
19 Agustus 2010

Four greatest day

Sabtu, 13 Agustus 2010
Saya stress dengan segala persiapan untuk menemukan tema talkshow "Kupas Tuntas" edisi Agustus untuk pertemuan GM sentra B.
Yang bikin gue lebih stress adalah menghadapi kenyataan bahwa
"Apa iya gue masih suka sama dia dan sementara gue sudah berusaha melupakan dia, pun sekarang gue berusaha move on dengan laki-laki lain?"
****
malam itu, mungkin malam pengakuan dosa
Jam 3 pagi, di antara late nite girl's talk, Gue menemukan sebuah kejujuran dalam diri apa yang selama ini membuat gue mendingin, kaku, dan menahan perasaan.
yeph, gue nggak mau dibilang "bitchy" ketika mengejar laki-laki.
banyak hal yang gue tahan-tahan padahal sebenarnya ingin dilakukan. just stay cool
antara nggak mau dibilang "bitchy" yang ambisius mengejar laki-laki dan malu kalau ketahuan suka. Akhirnya, perasaannya tertahan dan nggak keluar

Minggu, 14 Agustus 2010
Kupas tuntas edisi "Modal Keren untuk Menghadapi Lawan Jenis" akhirnya berlangsung.
Moderator oleh Apit dan Davy, dibuka oleh fashion show orang-orang keren, pun pesertanya harus memakai baju yang keren.
teman-teman yang hadir nggak gitu banyak, tapi menurut gue yang bisa datang kemarin adalah jodoh dan mereka beruntung bisa datang waktu itu.
Sisca, Lolen, Silviana, Pao-Pao aka Sulaiman, dan Gue menjadi pembicaranya.

"Kalau mau keren, ya harus rombak yang di dalam dulu, pasti nanti keluarannya jadi terlihat keren. balik lagi ke hukum sebab akibat. Apa yang lo perbuat sekarang untuk akibat yang lo pengen. kalo sekarang nggak punya grand vitara, ya jangan ngomong doank pengen. tapi sekarang apa yang lo perbuat supaya bisa dapat grand vitara itu." by Wibowo
"Ya uda, lo kalau emang bitchy yah udah bitchy aja. emang kenapa? Tapi, elo tuh bitch yang bisa ke Jepang.mana ada bitch yang lain bisa ke Jepang"
by Mike Saputra
"Orang sukses itu adalah orang yang merubah gaya hidupnya. kalau kalian pengen sukses, kalian harus merubah gaya hidup kalian. kalian tahu nggak, orang sukses tuh tidur cuman paling banyak 6 jam, dll"
by Mike Saputra

All I can say, "This is the coolest Kupas Tuntas that ever made!!!"

Senin, 16 Agustus 2010
Les privat bahasa Jepang berakhir hari ini, langsung berangkat ke Jalan Padang untuk persiapan Cafe Gaul Mandarava, kakek masuk ICU rumah sakit, berkunjung ke Metro Tv untuk menjadi audiens "Economic Changelles" dengan narasumber Bp. Hatta Radjasa (I enjoyed the show so much, beserta dengan segala "hiburan yang didapatkan di sana. hehehe". Thanks to Hervinny :) ).
then we back to Jalan Padang, happy bareng-bareng dan exicted untuk persiapan Cafe Gaul Mandarava.


Jam 4 pagi bertahan hingga jam setengah 6, ngobrol ngalor ngidul sama Andreas Gunawan, Fabian Prasetya, Lolen, Jimmy "ayam" dan Hervinny. i called it "pembicaraan calon orang-orang hebat dan sukses"

Selasa, 17 Agustus 2010
Jam 6 pagi sampai di kost Hervinny, langsung tidur tanpa ba-bi-bu.
Jam 8 pagi dibangunkan alarm, sibuk dengan bbm dan telepon dari sepupu dan ayah-mengatakan untuk segera berangkat ke Medan untuk menjenguk kakek yang lagi drop, kemudian berkemas untuk cafe.
Jam 9 pagi, sudah standby, merapikan segala tetek bengek.
Jam 11pagi, umat dan tamu cafe mulai berdatangan, sibuk, pontang-panting, hip hip hura, heppi-heppi, makan-makan, DAMN! I'm totally happy become the part of team dan cafe sukses!!!! Bahagia banget rasanya.
Jam 2 cabut bersama ayah ibu, sampai rumah, segera berkemas untuk perjalanan ke Medan selama 4-5 hari. Well, SUBO must learn how to "berkemas" in so last minute.
Jam 4 menuju bandara, check in, beli oleh-oleh, dan menunggu jam 6 teng, byee Jakarta!
Jam 9 malam sampai di bandara Polonia, menunggu bagasi sampai habis namun koper gue tidak ditemukan (baca: gue tidak mengenali koper sendiri). sempat panik, tapi ternyata koper gue udah tertumpuk di tumpukan tas-tas yang belum diambil pemiliknya. hehehe
Langsung dari bandara Polonia menuju ke rumah sakit melihat si kakek. (Macam ibu negara,pejabat, artis, orang penting,dsbnya. hahahaa)

Kakek sempat salah mengenali gue, dikiranya gue adalah dian, sepupu gue yang baru kelas 1 smp dengan potongan agak-agak mirip diri gue. hehehee
Well, gue sedih banget lihat kondisi kakek yang disuntik sana-sini, kurus, lesu, susah ngomong.
tapi, kakek bilang "ada rica, jadi ramai."


Wuuuaahhhh, saya mau nangis :(
salam horas dari Medan
10 Maret 2010

Java Jazz Festival 2010

Bukan sulap, bukan sihir. yeph! truly, that's my id card for JAVA JAZZ Festival 2010 as one of talent crew. Thanks God, gue mendapat kesempatan untuk menjadi volunteer Java Jazz Fest. sebagai team Front Desk venue yang kerjaannya adalah penghubung antara pangung-panggung dengan front desk hotel, manajer artis, loader, dan transportasi untuk memastikan kalau si artis ini datang tepat waktu, manggung, dan pulang dengan aman, damai, sejahtera (terutama buat artis internasional).

The most valuable: cape sih pasti, tapi semuanya terbayarkan dengan dapat teman baru yang seru-seru (baca juga sambil tepe-tepe cari gebetan baru :P ) , bisa lihat artis lalu lalang di depan mata plus ngobrol sama mereka, dapat gratisan makanan stand, dan bisa nonton show dari depan. hahaaha

team Front Desk Venue
team LO stage area 2 (area yang gue pegang)
bersama para "guru" dan kawan lainnya

Daftar show yang gue nonton : John legend, Jhonny Thompson, Sax Pack, Glenn Fredly, Mindi Abair, Maliq n Essentials, Kenny "babyface", Sheila Majid, Breakestra, dan Griffith Frank (dengan catatan semua gue tonton dalam waktu 3-5 menit saja dan Sax Pack paling bikin gue terpana).

Yang gue sesalkan : tidak foto sama Jeff Kashiwa padahal orangnya sudah di depan mata (ini berakhir tragis karena awalnya gue pikir ngga usah foto-foto sama artis dan sekarang gue sangat menyesal karena nggak foto sama satu artis JJF manapun :( )

Show tak dapat ditonton padahal ngebet banget : show om Bubi Chen karena begitu gue sampai di ruang Lawu (JIExpo lantai 6), pintunya ditutup dan di depannya sudah penuh orang. finally, gue turun lagi ke bawah dengan kecewa.

Pengalaman lucu si artis : ada artis bule minta mandi habis show (Hallo mister yang terhormat, silakan saja mandi kalau mau di WC area PRJ) dan artis ini suka sekali tepe tepe sama semua SPG sampai manajernya pun nongkrongin antrian wc sambil ngerekam cewe-cewe yang antri -.-"

Artis paling heboh versi gue : Sheila Majid, Griffith Frank, NOVELLO (best of the best)

Show paling heboh versi gue : Show Glenn Fredly feat Sandy Sandhoro & Endah n Rhesa dan penontonnnya penuh banget sampai ada yang pingsan karena kurang udara (pengap). Hawa pingsan juga terjadi buat salah satu artis yang manggung habis Glenn -.-"

Sssst jangan bilang-bilang : waktu gue lagi break buat makan malem, gue sempetin nonton Gleen Fredly dan nggak sadar kalo volume HT gue kecilin. Alhasil, setengah jam gue dicari-cariin sama LO Stage panggung yang gue pegang. Gue pasang muka polos aja seolah tidak terjadi apa-apa padahal hati ketar ketir takut diomelin. hahahaaha

Permintaan maaf : sorry to Mr. Harvey Mason kalau TEBS yang mister beli harusnya harganya cuman idr 5.000 bukan idr 20.000. Mister tahu nggak kalau sudah dibohongin sama kasir penjual minumannya. Poor Mr. Harvey Mason. maafkan saya karena tidak berbuat sesuai kehendak hati :(

Best obrolan iseng di HT :
A: "monitor,monitor, ada yang bisa aku bantu ga?"
B: "Masuk, monitor, bisa tolong bantu turunin artisnya dari panggung ga?"
percakapan terjadi karena para crew mulai stress karena si artis belum selesai show padahal waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 a.m.

Catatan buat tahun depan (mudah-mudahan jadi volunteer lagi) :
1.English is a must dan mudah-mudahan bisa sudah lancar berbahasa lainnya (baca: Jepang), 2.Pastikan diriku ikut berfoto bersama artis-artis favorit :)
3. Bekerja lebih giat, lebih fun, serta mengikuti kata hati supaya artis-artis itu tidak dicatut duitnya sama orang-orang tak bertanggungjawab.
4. Pastikan volume HT selalu berada pada posisi 10-15.
5. mengambil lebih banyak souvenir yang boleh dibawa pulang untuk dibagi-bagikan kepada teman-teman (oleh-oleh)

sedikit lagi oleh-oleh :


 

Blog Template by YummyLolly.com