Tampilkan postingan dengan label curahan si hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curahan si hati. Tampilkan semua postingan
12 Januari 2014

Sebelas Januari


Jakarta hujan lagi. 
Deras, mengartikan tanda musim hujan dan banjir langganan tiap tahun sudah tiba.

11 Januari.
Setelah menghadiri salah satu pemberkatan pernikahan teman, saya berjanji untuk bertemu lagi dengan sang pacar di Depok setelah kurang lebih dua minggu tidak bertemu.
Untuk ukuran saya yang tinggalnya di Tangerang, rasanya Depok bukan jangkauan mainan saya.
sekitar 20 tahun saya pindah dari Medan ke Tangerang, belum pernah sekalipun saya menginjakan kaki ke sana.
Baru beberapa belakangan ini, saya akhirnya mengunjungi Depok. Itu pun awalnya karena urusan pekerjaan. Lalu, sekali lagi saya pergi ke Depok bersama pacar untuk melihat kamar indekos untuk adiknya yang kelak akan datang untuk belajar di UI sekaligus bersilahturami dengan ibu pemilik indekos tempat dia pernah tinggal dulu.

11 Januari.
Kedatangan saya di Depok hari ini bukan untuk urusan pekerjaan. Kali ini dikarenakan adiknya sudah tiba dari semalam di Jakarta dan menangis menelpon abangnya agar dia bisa pindah tempat atau kalau tidak, pulang ke korea, begitu ancamannya. 
Jadi, saya datang untuk bertemu dengan adiknya dan membantu pindahan ke apartemen Margonda yang terletak tidak jauh dari kos sebelumnya.

Saya sudah sempat ragu dan bukannya tidak pernah mengingatkan abangnya saat melihat kamar tersebut pertama kali. Namun, karena abangnya tetap bersikeras ingin adiknya menjadi mandiri, seperti dia 5 tahun lalu saat merantau ke Jakarta, saya akhirnya memilih untuk diam dan membiarkan abangnya yang mengurus semua hal.

Kos tersebut memang sejuk dan dihuni khusus oleh perempuan saja. 
Tetapi coba kalian bayangkan: kamar tersebut terletak pojok sebuah bangunan yang sudah cukup tua berwarna putih kusam dan sudah banyak yang mengelupas. Berpintukan dari papan triplek yang terkadang untuk membukanya perlu tenaga ekstra, diisi oleh lemari kayu yang mengingatkan pada lemari kelas di SD saya dahulu, bahkan lemari tersebut masih lebih bagus kondisinya daripada lemari kamar ini, sebuah meja belajar dan kursi serta ranjang di sampingnya yang tentu semuanya berbahan dasar dari kayu. Dindingnya sudah dilapisi wallpaper bunga-bunga berwarna coklat muda, tetapi masih terlihat bekas-bekas rembesan air di dindingnya. Begitu pula di langit-langinya bercorakan bekas rembesan air yang sudah menguning.
Memang lantainya bersih, masih ada kamar mandi kecil di dalamnya, namun kurangnya pencahayaan dan tidak ada jendela di kamar ini membuat saya pun, jika ditawari, akan berpikir dua kali untuk menetap di kamar ini.

11 Januari
Hujan terus turun tanpa terprediksi kapan akan berhenti. Jarak Depok-Tangerang yang cukup jauh, memakan waktu dan uang, serta risiko tidak dapat mengejar kereta terakhir jurusan Tangerang, saya memutuskan untuk menginap dan pulang besok pagi.
Awalnya kami berdua mau menginap di apartemen adik, tapi akhirnya memutuskan untuk pulang ke kos pacar di bilangan Sudirman supaya besok saya bisa lebih cepat sampai rumah.
Ketika hujan mulai mengecil, kami ijin pulang.
Kami memutuskan untuk naik taksi karena jalanan yang becek dan kondisi badan yang sudah lelah, membuat kami malas untuk berjalan ke stasiun kereta.

Menyeberangi jalanan di bawah gerimis hujan dengan bercahayakan lampu-lampu mobil
Kami menunggu taksi. Tak kunjung datang.
Kami menyetop angkutan umum jurusan pasar minggu.
Tanpa pikir panjang, berdua duduk manis di sebelah supir.
Ikut merasakan semilir angin malam yang menembus tubuh kami

Dan ketika supir angkot berteriak "habis! habis!"
Kami turun, berganti kendaraan umum yang membawa kami ke arah Komdak.
Metromini 640 jurusan Pasar Minggu-Blok M.
Masih ditemani oleh gerimis hujan malam hari.
Sambil menunggu bus penuh, kami iseng memotret diri.

Tak lama kemudian, metromini yang kami tumpangi jalan.
Kami menikmati perjalanan malam dengan bergandengan tangan.
Sambil berbicara apa saja yang terlintas di otak dan hati.
Lalu, musisi jalanan mulai melantunkan lagu bertemakan isu sosial
Kepalanya sesekali ikut berdendang dan berkata "Aku mau lagu ini jadi ringtone hpku"
Saya tertawa mendengarnya, ada rasa bahagia di hati. 



Kau bawa diriku ke dalam hidupmu
Kau basuh diriku dengan rasa sayang

Senyummu juga sedihmu adalah hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut, d
engan sejuta warna
11 Januari-Gigi





10 Januari 2014

Sepenggal cerita di awal tahun

9/01/2014

Blackberry saya baru hilang.
TASS!! lenyap, tak berbekas, dan untuk ke 3 kalinya dalam hidup saya kehilangan handphone.
Kali ini di angkot, pas ketika saya baru pulang kantor dan menuju stasiun kereta tempat favorit saya belakangan ini.
Kejadian hilangnya saya ini sebenarnya sudah umum terjadi. Saya pun sudah mendengar dari banyak orang. Segerombol laki-laki 4 orang, bersekongkol, bertingkah aneh, dan saya jadi sasaran. Saat itu, saya punya perasaan yang tidak enak. Namun, di lain sisi, saya meningkatkan kewaspadaan untuk jiwa, karena di otak saya mulai tercipta bayangan kejadian menyeramkan lainnya, bisa-bisa saya dihipnotis atau ekstrimnya (mungkin) ditusuk dengan pisau.

9 hari dari sejak tahun 2014, saya mengalami lagi satu pelajaran dalam hidup. Kali ini dengan membayar 1,9 juta dari tabungan bertahun-tahun.

Panik? Iya.
Sedih? Jelas.
Emosi? Rasanya sudah terlalu lelah. Lebih baik ikhlaskan saja.

Sepanjang perjalanan saya terus memikirkan kejadian tersebut sambil mengulas kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup saya beberapa belakangan ini.
Ya, memang banyak orang sudah berkata bahwa saya terlalu banyak mikir hingga akhirnya menjadi beban di diri sendiri. Saya sendiri menyadari hal itu.
Saya mencoba untuk lebih santai, tapi selalu, butuh ekstra kekuatan untuk menguranginya.
Saya pun sering lupa diri, termasuk untuk beberapa waktu ini.
Memikirkan tujuan hidup, memikirkan karir, memikirkan nasib keluarga, memikirkan masa depan, memikirkan cinta, membuat saya uring-uringan dan mengeluh atas hidup.

Gaji tidak seberapa, ritme kerja itu-itu saja, namun kemauan saya banyak.
Apakah benar lebih baik saya berhenti dan pindah ke tempat dengan gaji lebih besar?
Pertanyaan itu terus menggundah perasaan saya.

Tujuan hidup? Impian? Saya tidak tahu pasti. Hanya saat ini saya ingin bisa merimba, entah ke hutan mana pun. Kembali melakukan petualangan, bercengkerama dengan orang-orang setempat, mempelajari budaya dan pola pikirnya, melakukan hal-hal apa yang bisa saya lakukan. Memikirkan hal itu, rasanya sangat menyenangkan. Hal yang sangat saya sukai, bercengkerama dengan banyak orang, mencoba mencari tahu apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka pahami.
Saya memimpikan Bali, Vietnam, Australia, Korea, atau mungkin kembali ke Jepang.
Saya juga ingin punya tempat main baru yang mungkin bisa benar-benar menjadi baru, ataupun yang telah lama telah ditinggalkan.

Paling tidak, saat ini, saya ingin mandiri. Mungkin cara paling dekat adalah dengan tinggal di indekos. Tapi memikirkan kondisi orang tua yang mulai berumur, saya menjadi khawatir. Siapa yang membantu mereka? Siapa yang menemani mereka? Kejadian beberapa hari ini mengingatkan saya bahwa umur mereka tidaklah lagi muda dan ayah belum sepenuhnya fit sejak operasi klep jantung tahun lalu.

Lagipula secara keuangan, masih sulit rasanya jika harus pindah ke indekos. Belum lagi memikirkan harus meluangkan waktu mensurvei kos satu ke lainnya demi mendapatkan kamar idaman, pas di kantong, pas di hati. Memang ada beberapa tawaran, tapi entah kenapa, saya masih berat harus keluar rumah kalau memang masih bisa pulang ke rumah.

Pacar yang semakin sibuk, membuat saya makin uring-uringan. Bahkan terkontaminasi kebanyakan baca novel atau nonton drama, saya jadi membayangkan hal yang tidak-tidak. Padahal hati saya tahu, hatinya tulus kepada saya, sampai saat ini.

Sampai pada hari ini, ketika BB saya hilang.
Minimal saya kembali diingatkan untuk :
Pertama, selalu terimakasih untuk apa yang sudah ada: kerjaan yang baik dengan lingkungan kerja yang menyenangkan serta atasan yang suportif, gaji yang masih bisa disisihkan sedikit untuk menabung ataupun makan enak sesekali, punya teman-teman yang selalu membantu dan terus mengingatkan, punya pacar yang tulus dan jujur, dan keluarga yang hangat.

Kedua, untuk kehidupan saya yang jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Atas segala prestasi termasuk menjadi sarjana tahun lalu serta bisa menjadi juara 2 di sebuah lomba yang awalnya saya ragukan, humorous speech di hadapan ratusan orang awal tahun ini, dan bisa dipercaya oleh banyak orang karena kemampuan saya.

Terakhir, berbalas budi.
Ah iya. Balas Budi
Saya lupa dengan kata itu. Balas budi tergantikan dengan keluhan-keluhan yang setiap hari saya keluarkan.
Ketika menulis kata ini, saya tiba-tiba merasa menjadi orang yang sangat tidak adil; hidup yang seharusnya saya syukuri malah saya keluhkan setiap hari.
AH, saya merasa tolol dan bodoh. Saya juga malu sekali.

AAAHHH
Saya benar-benar merasa bodoh sekarang.
Saya benar-benar lupa diri lagi hanya karena satu hal,
apalagi kalau bukan UANG

Ah! Iya, benar!
Saya benar-benar bodoh.

Terimakasih untuk "cubitannya" yang berbeda untuk hari ini.
Sungguh, kali ini sungguh keras cubitannya.
14 Mei 2012

live like you will be die tomorrow

i just checked around my blog, recently. 
well, last of these days i didn't post anything in here.


yeah, i have been very busy with the things called "bunkasai" or japan festival which will be hold on next month, June, 17th. This is my first time to be the event coordinator in such a big event like this. Even though i have ever worked in some concerts or made a lot of events in BDI organization, but honestly this is the first time to be a coordinator in a 100 millions worth event and work with a lot new friends.


No wonder, i must work 2 times harder and also manage my time. Despite running on Bunkasai, I still have my final report to be done in July, journalistic club's project, and also i must prepare for the youth camp called REACH in July with the team and members. Sometimes, I give up and feel regret to take this job. I feel kind of hard to prepare all the things and blaming this event that i could write my final report properly. 


However, the tired and regret feeling finally, influence my mood, moreover it impact to my love life. recently, i felt that my boy was act not like usual. We didn't communicate very often like before, and seem like he lost his interest to me. I felt so afraid, yet worry if i really have to lose him. This thinking made "kegalauan" for several days. Finally, i asked him what is happened actually, then we turned into a big fight.  Finally, he said that he just want me to make him as priority. Oh, really, I feel very sorry to him for being not a good girlfriend.


After i asked to my friends, this is a common thing for couples . Maybe because i worried too much and it made me think negatively. I have to be really patient and keep trying to understand him well. So, i want to be more mature in this relationship.


Back to the topic,
Not only the love things, but also happened with my life.
I spent these several days of my life with anger, negative thinking, even laziness. I felt like a stupid and living with nothing worth. Just being lazy all the time. 
I have forgot my goals, my achievements, and just follow my ego.I lost my heart and passion. I forgot to think bigger again; thinking for another people,not "me".

But, now I realize, like my relationship, i need to get up and to be mature too in what i'm doing now. Life is too short. Live like you will be die tomorrow.
So, throw away all the negatives and step in a new world. GOD bless ME :)

pertanyaan hati

kalau orang suka bilang, "harus saling mengerti" dalam sebuah hubungan entah itu cinta, entah persahabatan, entah keluarga....

Pertanyaannya adalah "sejauh manakah aku bisa dikatakan sudah mengerti dirinya?"
"bagaimana bisa keduanya agar saling mengerti?"

#ditulis oleh seseorang yang sedang mempertanyakan apa yang terjadi pada dirinya dalam hubungan cintanya.
semoga-hanya-saya-yang-terlalu-banyak-berpikir



12 April 2012

daruma online


let daruma keep my track on my dream
#saying my next goal in my heart#
****
then, let's draw an eyeball in left side

heart never lying

heart never lying

#just believe in your heart#
02 April 2012

Semangat konsisten

Kapan sekiranya orang bersemangat dalam mengerjakan sesuatu, ya?

Whoaaah. Ini lah yang terjadi sama gue belakangan ini.
Kayaknya ini penyakit yang akut buat gue : kemalasan. Hahahaha

Apalagi kemarin dua minggu gue sibuk membantu di kabaret oriental, sebuah kabaret produksi EKI dance company yang tentu saja membuat gue butuh istirahat penuh.
Makanya akhirnya, gue memilih untuk di rumah, ditambah kemarin situasi yang kurang kondusif karena pro kontra kenaikan bbm yang membuat gue akhirnya jadi kebanyakan di rumah. hehehe
Namun, kebanyakan di rumah ternyata malah membuat penyakit kemalasan gue bertambah menjadi penyakit kronis : malas gerak atau mager

Jadilah gue main game HP terus-menerus. Kebetulan juga wireless device di rumah rusak, gue nggak bisa main internet, deh. Harusnya ini menjadi keuntungan buat gue untuk menulis proposal skripsi tanpa distraksi apapun. Tapi tetep aja loh, magernya belum terobati dan bikin gue malah jadi tak bersemangat.

Inilah yang sedang gue coba kumpulkan. Aura semangat menjalani hidup (cieeee, dramatis)

Kalau dipikir dan dirasa-rasa, gue akan semangat menjalani sesuatu itu biasanya :
1. Ada kesempatan menjalani apa yang gue suka.
    Contoh : dibayarin les bahasa jepang lagi (pr nomor 1 sdah terjawab)
2. Mencoba hal baru yang gue impikan sejak dulu.
    Ini contohnya kelas vokal yang gue ikuti dari minggu lalu demi langkah belajar nge-rap :)
    Fyi saja, baru tiga   kali latihan lumayan ada kemajuan juga. gurunya emang ciamik. hahaa
3. Dipuji orang atas karya (dasar, gue emang gila pujian)
4. Ada partner in crime alias teman yang asik diajak ngerjain proyek bareng-bareng.
    Jadinya, serunya makin bareng-bareng, ga sendirian aje..
5. Mendapatkan nasehat dan motivasi dari orang kalau kuping dan otak lagi bener.
6. Nemu "mainan" baru. Ini kasus baru terjadi kemarin, gue mencoba membuat sebuah website sederhana dan free untuk (tadinya) online shop kecil-kecilan, namun ternyata akhirnya berubah fungsi menjadi webblog untuk GM DKI B (organisasi Buddha gue)

Hikmahnya adalah bahwa dalam hidup mempertahankan semangat mengerjakan sesuatu dengan konsisten jauh lebih susah dibandingkan dengan semangat memulai sesuatu yang baru, padahal kita harus berproses dan bertahan untuk mencapai sesuatu.
Benar begitu? it's just my opinion.

MARI kobarkan lagi semangat menjalani hal dengan konsisten!
20 Februari 2012

horor malam valentine

2 bulan setelah berpacaran.
Sebelumnya, gue sama sekali tidak berpikir untuk melakukan sesuatu spesial untuk pacar di valentine day.
Menurut gue, setiap hari, walau cuman denger suara dia dan ketemu dia saja sudah rasanya spesial.
Jadi, gue bingung mau ngapain lagi. hehehe.

Akhirnya, selang seminggu menuju valentine day, gue telah berpikir untuk membuat kartu yang spesial. hanya sebagai ungkapan hati dan sayang kepada pacar. Jadilah, gue mulai mengumpulkan bahan-bahan dan print sana-sini. Rencananya, akan gue buat pas hari h-1.

Rencana berbelok dengan kenyataan.
H-1, seperti biasanya, gue pergi rapat ke jalan padang. Sudah sebulan ini, gue rapat terus menerus untuk membuat acara pemilihan ketua yang baru. Jadi ibarat kata, gue menjadi salah satu tim formaturnya.
Pada hari itu, rapat agak melebihi waktu pada umumnya. Gue pulang jam 22.15 WIB.
Perjalanan manggarai-rumah memakan waktu 2 jam kurang lebih dengan menggunakan transjakarta.
Nekat emang pulang jam segitu. hehehe.

Namanya bus amari (armada malam hari), bus yang datang pun nggak banyak. Menunggu sekitar 15 menit di halte Manggarai, akhirnya bus pun datang. 10 menit kemudian, sampailah di halte dukuh atas dan gue harus transfer bus lainnya menuju harmoni. Menunggu dengan sabar sambil chatting dengan pacar dan Sisca.
Damn, 10 menit menunggu, bus belum datang.
Mulai panik.
Sisca mulai terus bertanya posisi ada dimana.
Pacar masih bertanya bus sudah datang apa belum.

5 menit kemudian.
Di tengah kebimbangan, memutuskan untuk pulang atau tidak.
Bertanya kepada pacar apa boleh menginap di tempatnya karena dekat dengan posisi gue saat itu.

Pukul 23.00 WIB
Hasil diskusi dengan Sisca diputuskan untuk menginap di tempat pacar walau pacar belum menjawab dengan alasan keamanan karena belum tentu akan mendapatkan bus lagi di halte harmoni.
Pindahlah gue ke barisan antrian bus menuju Blok M.

23.10
Tiba di halte Benhil, menunggu konfirmasi pacar. Chat dan BBM tidak dibalas.
Gue tidak punya pulsa, susah untuk menelepon atau sms.
Ellen sms untuk mengajak inap di kosnya saja.
Akhirnya, dengan mulai rasa khawatir, deg-degan, panik, gue keluar dari halte Benhil untuk mencari tukang pulsa sambil menunggu balasan dari pacar.
Pulsa diisi, sambungan telepon ke hpnya : tulatit.

Rasa panik gue bertambah. Sambil berjalan ke McD untuk menunggu, gue terus-terusan telepon namun nihil.
TULALIT
Email, sms, telepon terus-terusan dilakukan. 30 menit kemudian, hasil tetap nihil
Gue beranjak menuju kos Ellen.

Di tengah perjalanan, pacar menelepon.
Gue langsung "meledak" tanpa ba bi bu dan air mata pun mengalir deras.
Jalan kaki, di tengah kota, malam hari, sendirian, sambil nangis.
Heboh yeeee....

Gue nggak menyalahkan dia karena memang sinyalnya buruk
Tapi, gue panik banget saat itu. Makanya jadi heboh.
Pacar pun jadi merasa bersalah juga.
Setelah tenang, dia menasehati gue dengan bijaknya.
Dan gue juga bisa menyadari bahwa it's totally my fault to be always in doubt


At the time, i could feel how really care he is to me and i do love him more.

Jadi, sepertinya gue tidak perlu melakukan apa-apa lagi untuk Valentine karena dengan sendirinya, sudah jadi spesial. hehehehe
31 Januari 2012

#random

Kok rasanya makin ingin meringankan tanggungjawab yang banyak, malah akhirnya makin bertambah.
Ketika memutuskan untuk mengurangi satu kegiatan, malah menjadi hal yang sulit untuk diputuskan.
Hidup orang dewasa memang sulit. Penuh pertimbangan.Banyak yang dipikirkan
Bisa nggak menjadi kembali kecil. Hidup tanpa beban perasaan dan pikiran polos.
Kalau sudah dewasa, repot sekali harus mikir panjang. belum lagi pikiran yang sudah semakin rumit karena asupan informasi sana-sini. Memutuskan hal kecil saja menjadi repot urusannya.

Hah, sudahlah. Kalau ikuti kata hati, pekerjaan staff kantor internasional ini yang harus dilepaskan.
Rasanya sih memang sedih. Tapi, semoga ini bukan keputusan yang disesali kemudian.

Pikirkan saja bahwa memang kamu dapat dipercaya untuk bertanggung jawab atas tugas-tugas barumu :)
08 Januari 2012

8 hari setelah 2012

Gue baru saja habis mengetik rekapan tulisan pengakuan dari teman-teman yang sebenarnya waktu itu menjadi PR kami sebagai tim kerja GM  BDI DKI B untuk membuat tulisan mengenai problem dirinya dan harus dikaitkan dengan kondisi umum teman-teman GM DKI B. Ribet ya? Ember… hehehe. Gue berani menjamin bahwa ini PR yang susah dibandingkan PR di sekolahan. Hahaha. Ya iyalah, sebagai manusia pastinya ingin terlihat sempurna, keren sehingga susah mengakui kelemahan dirinya sendiri.
Okei, terlepas dari itu semua, gue mendapat keuntungan sebagai perekap dari tulisan mereka.
Jelas, nomor satu adalah pengakuan mereka terbaca sama gue semua. Hahaha. Rahasia mereka ada di tangan gue, cui. Hahaha. Geli-geli lucu gitu bacanya. Hehehe.  Keuntungan nomor dua, gue jadi makin mengenal teman-teman gue ini, seperti apa sebenarnya mereka ini. 
Keuntungan nomor tiga sekaligus yang paling penting adalah sambil ngetik, sambil senyum, gue pun berkali-kali merefleksikannya pada diri gue sendiri. Semuanya menuliskan hal yang mirip dan juga terjadi pada gue. JENG! Ini namanya jodoh kelompok kali, ya (emang jodoh buat pacar aja? Hehehe).
Dan, ternyata problem utamanya bahwa rata-rata kami semua, termasuk gue masih pada susah tampil apa adanya sebagai diri sendiri. JENG! JENG! Padahal problem ini sudah banyak dibahas dari majalah selawas GADIS sampai majalah terkini dengan tajuk “BE YOURSELF”. Damn! Berarti susah yah ternyata menjadi dirimu sendiri dan menghadapi keminderan diri.
Gue yang sudah 4 tahun berproses untuk mengenal diri sendiri, membuang minder, dan menerima berbagai kenyataan pun masih ada problem yang sama.  Menurut hasil perbincangan gue dengan sisca, penyakit minder ini sangat sulit dihilangkan dan seering kali muncul sekejap dan tanpa sadar. Bahayanya, ketika kita memendam perasaan minder ini, atau ditahan, atau parahnya, kita cuekin, lalu menumpuk sehingga menjadi akut dan lumutan di hati. Efeknya adalah kita bisa menjadi orang lain, entah siapa itu. Kita menjadi  tidak nyaman dengan diri sendiri. Penuh ketakutan, kecemasan, banyak pikiran buruk sehingga akhirnya menjadi tidak bahagia dalam hidup. Wegh…
Well, solusinya sebenarnya adalah hanya butuh kemauan untuk mengenal diri kita sendiri. Sejauh mana kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, apa yang kita suka dan tidak suka, apa yang kita tahu dan tidak tahu, apa yang kita mau dan tidak mau. Tidak cukup itu, kita harus BERANI  untuk mengakui/ menerimanya itu semua dengan lapang dada. Kita hanyalah manusia biasa, bukan manusia super seperti para superheroes. Makanya tidak ada manusia sempurna di dunia ini.
Memang, banyak orang-orang yang telah meraih sukses. Namun kalau kita pahami betul, mereka adalah manusia biasa yang sukses mengenal sejauh apa kemampuannya dan kelemahannya sehingga tahu bahwa butuh orang lain untuk bersama mencapai kesuksesannya. Menyadari kelemahannya, mereka tidak serta merta menyerah, tapi terus berkemauan belajar selama hidupnya.
8 hari setelah 2012, gue mendapatkan pembelajaran baru untuk lebih berani menerima bahwa gue adalah anak perempuan ketiga dari 4 saudara yang berasal dari keturunan Cina Medan totok, dimana bokap dan nyokap bukan lulusan dari universitas, kehidupan ekonomi pas-pasan, berbicara bahasa mandarin sehari-hari menyebabkan bahasa Indonesia yang tidak terlalu bagus dan cadel. Ditambah juga suara gue cempreng dan nyaring seperti anak kecil dan begitu juga kadang kelakuannya (gue anak papi mami), di rumah pun seringnya berbicara dengan volume maksimal yang kadang gue anggap juga semacam less-manner.
Ya sudahlah, gue harus berani melepaskan atribut gue selama ini bahwa gue bukan merupakan anak dari kalangan keluarga ekonomi menengah ke atas, bukan dari keluarga yang berpendidikan baik dan memiliki tata karma layaknya keluarga di istana presiden.
Lepaskan kebiasaan mendadak-lancar-berbahasa-asing dan mata-yang-langsung-menuju-pada-merek-pakaian-orang di tempat dan acara yang berkelas dan di acara kumpul keluarga sebagai-ajang-pamer-antar-sepupu-dimana-mendadak-menjadi-seperti-ajang-pamer-di-acara-arisan-kalangan-borjuis.  Lepaskan kebiasaan bahwa bokap dan nyokap gue harus membeli barang-barang branded dan belanja di department store berkelas. Relakan bahwa bokap dan nyokap gue tidak akan pernah cocok dengan Grand Indonesia, Pasific Place, dan kawan-kawan. Akui bahwa gue juga orang yang berorientasi pada uang.
Relakan bahwa makan di restoran mahal yang direview majalah atau tv akan terjadi setelah mereka yakin bahwa kami telah memiliki ekonomi yang mapan. Relakan bahwa bokap akan selalu setia dengan dvd,cd karaoke lagu mandarin serta radio siaran mandarin. Relakan bahwa nyokap memang akan terus ngomel dan berteriak selama gue tidak mengubah pola kebiasaan hidup yang malas-malasan dan masih banyak hal lainnya.
Ya, gue harus lebih menerima asal-usul diri gue dan berterimakasih untuk itu. Bahwa gue ingin lebih mengenal diri gue sendiri. Bahwa gue juga ingin menjadi lebih peka terhadap perasaan dari bokap dan nyokap serta teman-teman di sekitar. Tenang, masih ada 353 hari untuk membuat 2012 ini menjadi lebih berwarna, lebih ceria, dan lebih menjadi apa adanya.  Let’s do it soon! J

23 November 2011

Gaya frontal bak pahlawan

Gue baru tbenar-benar tersadarkan hari ini kalau gue ternyata orangnya frontal dimana sebenarnya banyak kejadian buruk sudah terjadi karena ini.
Frontal dalam artian negatif dimana tensi lagi memuncak, gue sudah tidak peduli orang, bisa meledak.
Nggak peka sama situasi dan kondisi yang terjadi saat itu, 
Frontal, melakukan pernyataan-pernyataan layaknya gue seorang yang paling benar, dia yang salah, total.
Cerita akan berlanjut, gue akan merasa senang, layaknya seorang pahlawan. Sementara, tersangka merasa terhakimi oleh kesalahan yang gue beberkan dalam pernyataan frontal membabi buta.

I AM THE RIGHT ONE. I AM A HERO

Clep! ketika gue menuliskan kata-kata tadi, gue kembali merefleksikan. 
GILA YA, GUE JAHAT  BANGET
Senang di atas penderitaan orang dan bahkan merasa hebat karena seperti seorang pahlawan, 
Sungguh keji. Sungguh terlalu.

Entah berapa orang yang sudah kena dengan sifat keji gue ini.
Gaya frontal bak seorang pahlawan. 
Ya makanya nggak heran. 
BELAGU, NGEHE, SOMBONG, cap yang pantas gue dapatkan.
Sampai akibatnya, bisa kehilangan sahabat yang layaknya sudah seperti saudara sendiri.
Mau kehilangan lagi? O.G.A.H!

Belajar untuk lebih peka. Belajar untuk sayang. Belajar mengontrol emosi. 
Belajar untuk percaya bahwa gue pantas dicintai. Belajar untuk tidak menahan perasaan.
Gue adalah perempuan. bukan laki-laki.

Kalau nggak sadar-sadar, kapan gue bisa maju untuk dapat pacar? *Opppsss!*
08 November 2011

i'm just a kid

i'm just a fool kid
that can very careless
and do some stupid things
also make people in troubles

i'm just a naive kid
that can be fooled around by people
and trust them easily without any doubt

i'm just a stupid kid
that always never think before act
so that's why i always been trapped by people
then regretting after everything's happen

because i'm just a kid
who have willingness to learn
and still looking for 
how to survive in this cruel world


11 Oktober 2011

Kehilangan, ikhlas

Belakangan ini kalau ditanya, "Farica, Apa kabar?"
"Kabar buruk" jawabannya.

Memang gue akui, seminggu ini kondisi diri dan hati sedang memburuk.
Banyak kejadian dimulai dari mengecewakan si ibunda tercinta karena membatalkan janji mendadak, kemudian dimarah-marahi petugas sekretariat fakultas karena kebodohan gue yang tidak membaca jadwal ujian saat menyusun KRS sehingga harus bentrok (2 mata kuliah dalam satu hari dan sama jam-nya, nah lho?) akhirnya  berimbas pada mengalirnya air mata di ruang sekretariat (kalau diingat, gue berasa tolol), dan terakhir, paling tragis, kehilangan kardigan.

Sepele kelihatannya, namun kardigan ini salah satu benda favorit gue.
Ditemukan tidak sengaja pada salah satu department store di Chiba, tahun lalu.
Di saat harga kardigan sedang berada pada posisi ¥3,500~ ,
cardigan ini menarik perhatian gue karena di sale seharga ¥2000.
Bahannya enak, warnanya lucu, yang penting gue belinya jauh booo!
dan dengan tololnya, gue bisa kelupaan meninggalkan dia di McDonald's.
Baru tersadarkan kalau gue kelupaan, ketika gue sampai di rumah; 2 jam berlalu dari waktu kejadian.
Besok harinya dengan secercah harapan, gue mencoba balik ke sana dan hasilnya NIHIL.

Kalau kata Timo, "ya elah, lo pikir Indonesia itu Jepang. Jemuran tetangga aja bisa ilang"

Yah memang, kehilangan sesuatu itu bukan hal yang gampang untuk diterima. Apalagi barang kesayangan kita. Kehilangan kardigan ini, membuat gue berpikir (lagi) soal kehilangan sobat yang jujur gue masih penasaran, kenapa bisa terjadi. Ditambah, gue sampai bermimpi gue dan dia bisa bersahabat kembali, akrab kembali seperti dulu. Pas bangun, gue syok dan sedih. Apa yang gue lihat di mimpi berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Kalau bercerita sama Davy, dia memberikan pencerahan-pencerahan dalam beberapa alternatif.
1. ada yang bikin gue masih belum bisa terima; dalam hati "gue ga salah-salah amat"
2. dia yang lebay, dia kasus pengecualian, 1 dari 1000 teman yang ada. kalau 5 dari 7 temanmu begitu, kau patut memeriksa diri, apa yang salah
3. dari dia ada perasaan yang belum kelar/tuntas.
4. curhat ke orang-orang itu sebagai salah satu bentuk pembelaan diri
5. Harus bener dirasain dulu, hatimu ngomong apa, rica.

Okay, jujur di dalam hati (berlaku sama untuk kardigan)
1. Gue mau temenan kembali sama dia/ gue mau kardigan gue balik. Gue masih menyimpan secercah harapan dan mimpi bahwa itu bisa terjadi ---> ini artinya gue nggak bisa terima kenyataan kah?
2.  Gue sangat menyesal dengan apa yang terjadi
3. Gue penasaran apa yang bisa bikin dia menjadi begitu dingin
4. Gue mengakui ini terjadi karena salah gue dan gue sudah minta maaf, tetapi kenapa dia masih mendingin?
5. Gue ingin manggil dia sekali di Skype, tapi gue takut kalau dia masih dingin

Jadi, intinya kehilangan ini memang obatnya harus bisa ikhlas, bisa merelakan. 
Kalau kita rela, mungkin kita bisa mendapatkan yang lebih baik.

"People comes and goes, thing comes and goes"
by the time, i'm sure, i deserve to get the better one if i could let it gone sincerely.

Apa pun itu, harus sabar. Ingat selalu ada oneechan Tang yang selalu di sampingmu
(email dari kakak, sahabat gue dari Thailand, Tang)
03 Juni 2011

tarik nafas

Mei yang panjang.
Mei yang penuh perjuangan.
Mei yang lelah.

Entah kenapa, gue tidak tahu tepat apa tidak harus menuliskan ini di blog.
Belakangan, hati gue banyak tersimpan di buku tulis biasa bersampul kartun winnie the pooh.

Ada sesuatu yang belum terselesaikan dan ingin diselesaikan
Entah mengapa rasanya sulit sekali.

Sibuk menceritakan ke sana-ke sini, hati belum sepenuhnya lega.

hidup memang tidak terduga.
Apapun kejadian bisa terjadi.
Dan fatalnya, gue tidak menyiapkan kejutan ini.
Kejutan yang pedih tapi begitu banyak makna dibaliknya.

"Friends are precious. Friends are family."
sungguh ingin mempercayai kalimat ini
"Forgive your friend, abandon them, and always open your heart to them"
sungguh ingin melakukan ini.
Tapi kenyataannya, ini benar-benar sulit.

Apa yang sebenarnya terjadi? Gue pun tidak bisa menjawabnya.
Kurang dari 2 bulan, sudah akan meninggalkan negeri sakura ini.
di masa-masa seperti ini lah, gue harus menghadapi salah satu kenyataan
dan belajar untuk menerimanya.

supaya bisa menjadi manusia yang lebih baik

semoga di postingan berikutnya, hati ini akan jauh lebih lega.
dan gue pun semakin tahu kenapa gue harus menulis. :D

kamu yang di sana, ingatlah bahwa aku tidak pernah membencimu. terimakasih telah menjadi salah satu bagian hidupku yang indah.

05 Mei 2011

perempuan paling rempong II

buset, belum genap setahun gue nulis soal perempuan paling rempong

lagi-lagi, bahkan parahnya di negeri orang, gue terbentrok lagi dengan kasus
"otak menggalau, pikiran meracau, membuat semuanya kacau"

belakangan perasaan gue menjadi gampang sensitif, apalagi sejak berada kembali di negeri jauh dari rumah. Masih terbentur dengan masalah cemburu antar teman, lagi-lagi membuat masalah yang hampir-hampir bisa membuat gue putus pertemanan.
Gue merecokin teman gue dengan pikiran aneh bin ajaib ala drama queen yang bilang gue minta maaf lah karena sering mengganggu si teman sehingga dia tidak happy, cemburu dia dekat dengan teman yang baru datang dari satu negara, kemudian di tengah kegalauan, gue bercerita ke teman lagi dan fatalnya, gue terkesan ngomongin si teman ini dari belakang.

Semalam kami berbicara. benar-benar berbicara. selain itu juga gue menyadari ketololan gue yang bisa berpikiran aneh-aneh dan nggak percaya sama dia.

hah! gawat ini penyakit rempong gue. benar benar deh!
gue juga geleng-geleng.
mau menamatkan penyakit ini, di samping menamatkan penyakit si sombong.
bikin hati sakit, bikin kepala pusing, bikin badan jadi nggak enak.

Gue kapok. gue nggak mau lagi. huaaaaaaaaaah!
tekad kali ini harus berhasil!

03 Maret 2011

pikiran si bocah

Saya pernah baca buku tentang kehidupan di Jepang dari sudut pandang salah satu Westerner.

Dia pernah menulis kalau ketika datang ke Jepang,
"I feel like a baby, can't do anything without any help from others"

I feel the same. I do the same
Yes, I feel and do the same.

Datang ke negeri yang sama sekali berbeda dimana kamu dibesarkan, dimana orang-orang berbicara bahasa yang tidak kamu mengerti, dimana tingkah laku dan aturan yang berlaku tidak sama seperti biasanya, kamu membutuhkan orang untuk membantu kamu.

I feel like a kid.
Membutuhkan seorang ibu ataupun kakak yang berada di sampingmu,
dengan sabar membantu dirimu memilihkan baju, tas, bahkan segalanya.
dengan sabar membantu dirimu membacakan huruf-huruf yang tidak kamu pahami.
dengan sabar dan sedikit gusar, menjelaskan suatu hal dengan bahasa yang kamu pahami.

Umur saya 21 tahun tapi kadang bisa bertingkah seperti bocah umur 6 tahun di sini.
Dan terkadang diperlakukan seperti bocah.
Bahkan kemarin saya bisa menangis karena hanya takut ke dokter.

Kadang saya ingin bersikap lebih dewasa layaknya umur dan berhenti menjadi bocah.
Tetapi sifat bocah ini tidak gampang begitu saja dihentikan.
Ada kalanya sifat bocah ini menguntungkan.
sometimes we need think like a child to make fun in life

Huff, Saya jadi bingung, Ini baik apa buruk ya.
Tapi yang pasti, everyday is smile, kid!
28 Januari 2011

Januari. ended

first month of 2011 run well, i thought
a little bit hard, but finally i could deal it.

tried to get use while my best friend become busy
mean that she couldn't spend a lot of time again with me
first, i felt very lonely and influenced my mood became easily up and down
However, this month is holiday season and as exchange student, i don't have any activities to do as like in hometown. everything is different is here. i didn't know what to do.

Finally, by believe in "the power of best friend",
i could meet DAVY, my dearest friend in chat while she was very busy at the time
and by her words, i felt relieved.
Best friend can't be separated by distance :)
and good to know, the relationship become closer and deeper

In the middle of the month, i tried to survive with less than 15.000 yen for one month
It just same like living with 150.000 idr in Indonesia. hahaaa
I felt like become the poorest student in Japan.
Everyday, i just prayed and trying not to use it for useless thing
One day, I gave up. I cried a lot and regret to use lot of money before.
However, i could become respecting money more *this time i swear*
and living without thinking money as purpose.

And miracle came!
Beside a lot of friend help me, I have my part time job start from this month which i thought it will start in feb, and i had been treated from some of my friends :)

now, i believe more
While we do everything sincerely for other people happiness, life is become extraordinary :)

Bye Januari.
It ended sweetly :)


30 Desember 2010

welcome 2011

2 days before 2010 end.

there are a lot of things that i have done and got in 2010
however, suddenly i become fall in love in this year.

Flashback.

This year is my year!
I learnt how to become a good friend.
I fought a lot with my friends and also i spent a lot of quality time with them.
Also in this year, I got two new besties, Hervinny and Park Soyeon.

I learnt how to be accept myself and deal with my fear
Because If I never know myself, i wouldn't never be success.
But, If I can accept myself and deal it,
Surely you know who you are, your weakness and also your ability
Advice and critics also can help :)


The best part of this year, surely, JAPAN!
However, since i was in third class of Junior High School, I dreamt about going to Japan
And then, in 21 years old.
MY DREAM COMES TRUE.
How was it feel? Amazing!
I bet you! You can't never forget this wonderful feeling when you could reach your dream!
Let's big dream and Go ahead to reach it! :)

And this is my first time spending new year in Japan
however, i really miss my usual new year-being part of Indonesia Dream Festival (IDeFest); one of the coolest festival and make a work in this event.
Then in the New Year, Me and others Buddhist pray for evaluation for this year and make a new hope and new target in the next year.

So, this is my new Resolution in 2011
  • Japanese Language Proficiency Test level 2
  • Get my driver license (postpone from 2 years ago)
  • Being hard work-not lazy
  • Graduate from University
  • Manage time
How about you? :)

22 Agustus 2010

3 Hari sesudahnya

Jumat, 20 Agustus 2010
Saatnya tiba. Di saat perut mulas, di saat badan sedang tidak enak, gue harus berani mengucapkan salam perpisahan kepada kakek yang masih terbaring lemah di rumah sakit.
Honestly, this is the hardest thing to do.
Mungkin kalau kakek masih sehat, masih kuat, ini akan jauh lebih gampang.
Gue tidak ada prediksi, bisa melihat dia kembali apa tidak. hanya menyiapkan kemungkinan terburuknya.
Kakek tahu bahwa gue akan kembali ke Jakarta besok. Tanpa tertahankan, airmata mengalir deras sembari berusaha tetap tersenyum. Gue memegang tangan kakek semakin erat.

"Kong, harus banyak makan, harus sehat, harus kuat, tahun depan bisa ke Jepang, Cina, Jakarta, jalan-jalan. Kong harus semangat, harus minum air, cepat sembuh. Kong, Ganbare! artinya 加油 (terus semangat)."
Setelah itu, gue pulang.

Sabtu, 21 Agustus 2010
Flight paling pagi, sulit kompromi dengan mata.
Sampai di rumah, sedikit tidak enak badan dan masih capai.
Selesai berberes, perjalanan dilanjutkan belanja untuk nanti malam.
Belanja untuk pesta, saya suka itu. heheheee..
Selesai berbelanja serta mengusir segala hawa kemalasan, berangkat menuju kampus untuk menyelesaikan "PR BESAR UKM"
Suka nggak suka, mau nggak mau, ini harus segera diselesaikan agar k3j tetap bisa maju dan gue bisa pergi tanpa perasaan terbeban.
Gue senang karena ternyata yang hadir cukup banyak dan koperatif (baca : Senior tidak emosi dan menyudutkan para pengurus ukm) dalam merundingkan masalah dan solusi ke depan.
Sayang, tak bisa ikut lebih lama karena harus segera pulang untuk menyiapkan BBQ's farewell nanti malam.
Awalnya untuk bikin farewell ini, gue ragu-ragu karena rumah gue berada di pinggiran dan tidak yakin bahwa teman-teman ingin datang. lagipula, pertimbangan biaya. setelah diyakinkan, gue menjadi optimis.
Berkat bantuan dari Davy, Olin, Putra, Dharma, Gojer, Sisca, Pao-Pao,dkk jadilah FARICA BBQ'S FAREWELL PARTY. Ohhhhhh really! Gue senang sekali, banyak yang datang.
Kalau kata alfred, "Itu lo punya banyak teman yang masih care sama elo". I'm the princess of the day. hahahahaa
Makanannya dari kue-kue khas Medan (bika ambon dan bolu), salad, shabu-shabu, bbq udang-ayam-ikan, jagung bakar, pisang, durian, es warna warni, dan BEER! hehehe
Sayangnya, jadi lebih sedikit crowded karena hujan turun. Tapi, semua tetap senang dan gembira. have fun bareng. Maaf ya, rumahnya terbatas :D
Berhubung Silvi dan Meitri juga kebetulan berulang tahun, kenalah mereka disiram dan ditepungin. hahaha! Happy birthday both of you.
Gue sama sekali tidak terpikir untuk diberikan surprise.
jadi, ketika mereka pura-pura pamit pulang, tiba-tiba gue kena disiram dari belakang pake ember. Untung aja air bersih, bukan air bekas cuci ikan.hahahaa..
And the party was over at 11.00 pm
Hug, kisses, and really big thanks for
Davy, Sisca, Dharma, Nawong, Olin, Apit, Silvi, Pao-pao, Putri, San-san, Vinny, Andre, Jiyam, Bowo, Mike, Nicky, Zuly, Fabian, Alfred, Ika, Budi, Mbe+Barbienya, Gojer, Ajon, Diana, Kenny, Rio, Putra, Lolen, Willy, Edmen, Odonk, Meitri, Chandra, Theo, Tian, Nona Mulya, Marika, Yuriska, and Irene W(thanks for the brownies, too)


Minggu, 22 Agustus 2010
Hari yang cukup istimewa karena hari ini gue terima Gohonzon.
(how to explain it? Hmm, simplenya, seperti menerima pemberkatan, mungkin? hehehe).
Dengan menerima Gohonzon, artinya gue harus siap untuk menjaga dan sungguh-sungguh menjalankan hati kepercayaan di agama Buddha Nichiren Syosyu. Ini bukan perkara mudah, ini tanggung jawab yang besar.

Sempat tadi gue uring-uringan. Entah karena kurang tidur (percayalah, kurang tidur bisa bikin gue jadi uring-uringan), entah karena merasa asing, entah karena masih tidak plong atas masalah lingkaran-cinta-api-setan yang sempat isu-isu tidak benar di kalangan beberapa orang.
Jujur, sebab paling terakhir sempat membuat gue susah hati, gundah, sedih, takut, dan merasa dihakimi oleh orang-orang beberapa hari belakangan ini.

Lepas dari itu semua, detik-detik upacara menerima Gohonzon ini sempat membuat hati berdebar-debar dan menyakinkan diri bahwa gue siap untuk menjaga dan menjalankan hati kepercayaan. It will be not easy. Tapi, gue yakin gue mampu!
Senang sekali rasanya bisa menerima Gohonzon, ini pun berarti gue mengundang Buddha ke rumah :)

"Wah, ini cermin sesungguhnya"
-pesan dari Gelda-

Dan malam ini, gue menulis banyak.
Menulis perasaan yang terjadi belakangan ini, menulis untuk menuntaskan segala perkara, menulis untuk menjadi manusia yang lebih jujur.
H-8 gue akuin, gue menjadi semakin labil, naik turun emosi, dan sulit untuk mengontrolnya. hahahaa..
19 Agustus 2010

Four greatest day

Sabtu, 13 Agustus 2010
Saya stress dengan segala persiapan untuk menemukan tema talkshow "Kupas Tuntas" edisi Agustus untuk pertemuan GM sentra B.
Yang bikin gue lebih stress adalah menghadapi kenyataan bahwa
"Apa iya gue masih suka sama dia dan sementara gue sudah berusaha melupakan dia, pun sekarang gue berusaha move on dengan laki-laki lain?"
****
malam itu, mungkin malam pengakuan dosa
Jam 3 pagi, di antara late nite girl's talk, Gue menemukan sebuah kejujuran dalam diri apa yang selama ini membuat gue mendingin, kaku, dan menahan perasaan.
yeph, gue nggak mau dibilang "bitchy" ketika mengejar laki-laki.
banyak hal yang gue tahan-tahan padahal sebenarnya ingin dilakukan. just stay cool
antara nggak mau dibilang "bitchy" yang ambisius mengejar laki-laki dan malu kalau ketahuan suka. Akhirnya, perasaannya tertahan dan nggak keluar

Minggu, 14 Agustus 2010
Kupas tuntas edisi "Modal Keren untuk Menghadapi Lawan Jenis" akhirnya berlangsung.
Moderator oleh Apit dan Davy, dibuka oleh fashion show orang-orang keren, pun pesertanya harus memakai baju yang keren.
teman-teman yang hadir nggak gitu banyak, tapi menurut gue yang bisa datang kemarin adalah jodoh dan mereka beruntung bisa datang waktu itu.
Sisca, Lolen, Silviana, Pao-Pao aka Sulaiman, dan Gue menjadi pembicaranya.

"Kalau mau keren, ya harus rombak yang di dalam dulu, pasti nanti keluarannya jadi terlihat keren. balik lagi ke hukum sebab akibat. Apa yang lo perbuat sekarang untuk akibat yang lo pengen. kalo sekarang nggak punya grand vitara, ya jangan ngomong doank pengen. tapi sekarang apa yang lo perbuat supaya bisa dapat grand vitara itu." by Wibowo
"Ya uda, lo kalau emang bitchy yah udah bitchy aja. emang kenapa? Tapi, elo tuh bitch yang bisa ke Jepang.mana ada bitch yang lain bisa ke Jepang"
by Mike Saputra
"Orang sukses itu adalah orang yang merubah gaya hidupnya. kalau kalian pengen sukses, kalian harus merubah gaya hidup kalian. kalian tahu nggak, orang sukses tuh tidur cuman paling banyak 6 jam, dll"
by Mike Saputra

All I can say, "This is the coolest Kupas Tuntas that ever made!!!"

Senin, 16 Agustus 2010
Les privat bahasa Jepang berakhir hari ini, langsung berangkat ke Jalan Padang untuk persiapan Cafe Gaul Mandarava, kakek masuk ICU rumah sakit, berkunjung ke Metro Tv untuk menjadi audiens "Economic Changelles" dengan narasumber Bp. Hatta Radjasa (I enjoyed the show so much, beserta dengan segala "hiburan yang didapatkan di sana. hehehe". Thanks to Hervinny :) ).
then we back to Jalan Padang, happy bareng-bareng dan exicted untuk persiapan Cafe Gaul Mandarava.


Jam 4 pagi bertahan hingga jam setengah 6, ngobrol ngalor ngidul sama Andreas Gunawan, Fabian Prasetya, Lolen, Jimmy "ayam" dan Hervinny. i called it "pembicaraan calon orang-orang hebat dan sukses"

Selasa, 17 Agustus 2010
Jam 6 pagi sampai di kost Hervinny, langsung tidur tanpa ba-bi-bu.
Jam 8 pagi dibangunkan alarm, sibuk dengan bbm dan telepon dari sepupu dan ayah-mengatakan untuk segera berangkat ke Medan untuk menjenguk kakek yang lagi drop, kemudian berkemas untuk cafe.
Jam 9 pagi, sudah standby, merapikan segala tetek bengek.
Jam 11pagi, umat dan tamu cafe mulai berdatangan, sibuk, pontang-panting, hip hip hura, heppi-heppi, makan-makan, DAMN! I'm totally happy become the part of team dan cafe sukses!!!! Bahagia banget rasanya.
Jam 2 cabut bersama ayah ibu, sampai rumah, segera berkemas untuk perjalanan ke Medan selama 4-5 hari. Well, SUBO must learn how to "berkemas" in so last minute.
Jam 4 menuju bandara, check in, beli oleh-oleh, dan menunggu jam 6 teng, byee Jakarta!
Jam 9 malam sampai di bandara Polonia, menunggu bagasi sampai habis namun koper gue tidak ditemukan (baca: gue tidak mengenali koper sendiri). sempat panik, tapi ternyata koper gue udah tertumpuk di tumpukan tas-tas yang belum diambil pemiliknya. hehehe
Langsung dari bandara Polonia menuju ke rumah sakit melihat si kakek. (Macam ibu negara,pejabat, artis, orang penting,dsbnya. hahahaa)

Kakek sempat salah mengenali gue, dikiranya gue adalah dian, sepupu gue yang baru kelas 1 smp dengan potongan agak-agak mirip diri gue. hehehee
Well, gue sedih banget lihat kondisi kakek yang disuntik sana-sini, kurus, lesu, susah ngomong.
tapi, kakek bilang "ada rica, jadi ramai."


Wuuuaahhhh, saya mau nangis :(
salam horas dari Medan
 

Blog Template by YummyLolly.com