10 Maret 2012

1 tahun tsunami dan gempa besar jepang

11-03-2012
Satu tahun sejak peristiwa gempa dan tsunami jepang.
Kejadian seumur hidup yang tidak akan pernah terlupakan dan akan selalu terkenang sepanjang masa.

Aku masih bisa ingat semuanya dengan jelas.
Bahkan rasanya, aku masih tidak percaya bahwa peristiwa naas itu terjadi. Masih seperti dalam mimpi.

Kejadian itu mengubah hidupku, temanku, dan semua orang yang berada di jepang saat itu.
Dalam hanya satu menit, semuanya berubah total.

Aku masih ingat persis, betapa panik dan terkejutnya semua orang.
Saat itu, Sinyal telekomunikasin langsung terputus. Komunikasi terputus.

Untung ada internet, semua langsung membuka berbagai sumber,mencari tahu apa yang sedang terjadi.

Sejak menit itu, berita dan berbagai pengumuman serta arahan lewat televisi, radio terus diperhatikan seksama. 24 jam nonstop.
Baru kali itupun, facebook dan twitterku penuh dengan notification yang berisi mengenai kekhawatiran keluarga dan teman-teman.

Menit menuju menit.
Suara baling-baling helikopter mulai terdengar.
Klakson mobil mulai bersahut-sahutan akibat kemacetan panjang yang mungkin baru pernah terjadi kali ini.
Semakin malam, sirine ambulans berbunyi tanpa henti, terus memekakkan telinga hingga membuat trauma pada diriku sampai hari ini.

Malam itu malam paling mencekam dalam hidupku. Rasanya aku tak mau tertidur agar selalu bersiap menyelamatkan diri kapanpun kalau alarm peringatan bahaya tsunami dan gempa berbunyi.

Hati ini dua kali lipat menjadi tak tenang. Ya, sebagai mahasiswa
pertukaran negara yang jauh dari keluarga, tentu saja bingung dan panik bagaimana harus menghadapi kejadian ini ketika bukan berada di negerinya sendiri.

Aku rindu rumah. Perasaan yang sama juga dialami teman-temanku lainnya. Apalagi dari mereka, ada yang baru pertama kali merasakan gempa dasyat ini.

Aku dan teman-teman sepakat tidur bersama, dalam satu kamar, berdekatan satu sama lain.
Malam itu,
Walau rasa takut dan tegang menghantui, namun entah kenapa ada kehangatan di sana yang selalu membuat hati ini bergidik ketika mengingatnya kembali.

Kini, satu tahun peristiwa itu berlalu.
Aku pun sudah kembali ke tanah air dan merasakan kehangatan keluarga lagi

Entah kenapa, ketika mengenang peristiwa tersebut, ada perasaan kangen dan ingin kembali ke masa-masa itu.
Masa dimana rasa kesal, benci dan dendam terhapuskan semua, tergantikan dengan rasa peduli, tolong menolong, dan saling membantu satu sama lainnya.
Tidak ada perbedaan, hanya ada rasa kebersamaan karena kita memang sama

Kini doaku masih sama
Semoga Jepang semakin membaik :)

0 comments:

Posting Komentar

 

Blog Template by YummyLolly.com